Sejarah Parkour


Georges Hebérat

Sejarah parkour  berakar dari Hebertism yang dibuat oleh Georges Hebért. Hebért (1875-1957) pada waktu itu adalah seorang navy atau mariner yang pernah keliling dunia sebelum perang dunia I. Pernah dalam suatu perjalanannya ke Afrika, Hebért meneliti bagaimana orang-orang pribumi di Afrika bisa mengembangkan diri mereka untuk meningkatkan skill fisik mereka.

Hebért terkagum dengan cara mereka berlatih, Hebért berkata: “Tubuh mereka sangat baik, flexible, cepat, tangkas, dan enerjik”. Padahal orang-orang (-red pribumi afrika) tidak memiliki pengajar/guru gymnastic secara khusus dan mereka hidup secara alami (nature) tetapi skill dan gerakan mereka sangat atletis”.

Pada tahun 1902, Georges Hebért berlabuh di sebuah kota St.Pierre di Martinique. Saat itu, kota tengah dilanda bencana letusan volkanis katastropis. Hebert pun dengan hebat mengkordinasi jalan keluar untuk lebih dari 700 orang agar selamat dari bencana tersebut.

Pengalaman ini, memiliki sebuah efek terhadap dirinya dan memperkuat anggapannya dimana keterampilan atletis harus digabungkan dengan keberanian serta azas untuk menolong orang lain. Dia lalu secepatnya mengembangkan motto “Etre fort pour être utile” atau “to be strong, to be usefull” atau “untuk menjadi kuat, untuk menjadi bermanfaat”.

Diapun pulang ke Perancis dan berhenti menjadi seorang mariner dan berubah profesi sebagai dosen private pendidikan jasmani (Physical Education) di Universitas Rheims. Disinilah dia mulai mendefinisikan prinsip miliknya sendiri. Dan mulai mengajari cara berlatih secara “Alami” dan menggunakan alam sekitar.

Semua metode/system yg digunakan adalah apa yg telah dia pelajari saat dia di Afrika. Dia juga terinspirasi oleh representasi kuno dari tubuh manusia yang ada di patung Greco-Roman dan gerakan-gerakan roman-gymnasia (gymnasticnya bangsa yunani kuno). System Hebert ini jelas menolak sklerosa gerakan gymnasitics yang dipopulerkan bangsa swedia atau gymnastics popular saat ini yg memiliki gerakan-gerakan indah tp tidak efesien. Menurut Hebert, itu tidaklah harmonis dan tidak bisa menyiapkan mahasiswa yang diajarnya dengan “persyaratan moral” dalam hidup.

Pada saat yang sama pula Hebert menyatakan pada saat seseorang berkonsentrasi untuk sebuah kompetisi/kejuaraan olahraga, mereka yang mengikuti kompetisi atau pelaku olahraga kompetisi telah mengalihkan pendidikan jasmani baik dari segi physiology-nya dan kemampuan untuk membangun sebuah nilai moral.

Tujuan dari pendidikan jasmani (olahraga) haruslah membuat tubuh dan jiwa orang menjadi kuat. Metode/system natural mempromosikan kualitas dari resistansi organik, otot yg baik dan kecepatan dengan kemampuan untuk bisa berjalan, berlari, melompat, bergerak secara quadrupedally (bergerak menggunakan 4 kaki -pada hewan / (2 tangan&2 kaki) yg menggunakan kedua tangan dan kaki manusia), memanjat, berjalan menggunakan keseimbangan, melempar, mengangkat, dapat mempertahankan diri, dan berenang.

  • Dari segi kekuatan/dorongan atau enerjik (giat), haruslah dilakukan dengan kekuatan yang cukup, ketekunan/tekad, keberanian, kesejukan, dan keteguhan.
  • Dari segi moral dan pendidikan haruslah dapat mengangkat emosi, mengerahkan atau memelihara nilai moral dijalan yang bermanfaat atau berguna.

Georges Hebért:

” Metode Natural yang asli dalam artian luasnya adalah mempertimbangkan/memakai 3 kekuatan yaitu: fisik, energi/kejantanan dan moral.  Metode natural ada tidak hanya dalam nafas dan otot, tapi ada diatas semuanya, di energi yg menggunakannya, di kehendak yang mengarahkannya dan perasaan yang memandunya.”

David Belle

David Belle Lahir pada 29 April 1973 di Fecamp, Perancis. Dia adalah anak yang berbakat dalam bidang pendidikan jasmani. Seperti yg telah ditulis sebelumnya, david belajar banyak hal tentang hebertism dari ayahnya.

David pun mengadaptasikan apa yang diketahuinya dari hebertism untuk menciptakan sesuatu yang unik. Sesuatu yang memungkinkan dia untuk mengejar goal (target) dan memenuhi kebutuhannya. Sesuatu yang dapat menguatkan mental dan skill dirinya agar bisa digunakannya dalam kehidupannya sehari hari.

Dari sinilah david belle berangkat, dengan membagi ilmu dan berlatih bersama praktisi lainnya di Lisses dengan tujuan dan inspirasi untuk mengembangkan diri sendiri dengan praktek-praktek hebertism dan disiplin yang kemudian mereka namakan Parkour.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s