Intel Luncurkan Prosesor Server 32nm Pertama


Intel-Xeon-5600-Series

Intel Corporation baru-baru ini meluncurkan prosesor baru untuk kelas server, yaitu Intel Xeon seri 5600. Prosesor ini menjadi chip server pertama yang berbasis teknologi Intel 32nm. Menggunakan transistor high-k metal gate generasi kedua, Intel menjanjikan peningkatan kecepatan disertai dengan penghematan energi. Selain dua kelebihan tersebut, apa lagi kehebatan dari prosesor baru ini?

Prosesor Intel Xeon seri 5600 mampu mendukung hingga enam inti per prosesor. Kinerjanya pun meningkat sampai 60 persen dibandingkan prosesor Intel Xeon seri 5500. n e x t . . .

Hati-hati, Software ini Berbahaya!


bahaya2
ActiveX Plugin berbahaya dapat dinonkatifkan dalam registry melalui fasilitas kill bit.

Malware membutuhkan CELAH keamanan program agar dapat menginfeksi PC. Realitasnya,program yang cacat semacam itu tersedia banyak. CHIP coba mengungkapkan Top 10 aplikasi paling tidak aman dan cara menangkal serangan pada Firefox, Office dan lainnya.

bahaya1

Semakin banyak turis di seluruh dunia menggemari wisata yang dapat memacu adrenalin mereka. Wisata di lepas pantai Afrika Selatan contohnya, menyalurkan hobi para turis tersebut untuk dapat memotret hiu putih langsung di bawah permukaan air. Memang, mereka tidak lang­sung berha­dapan dengan sang pemakan daging tersebut, tetapi berada di dalam sangkar besi khusus yang tahan gigitan hiu.

Tidak ada turis yang mau masuk ke dalam air tanpa perlindungan khusus. Namun, banyak pengguna yang berselancar di “belantara” Internet berani melakukan hal tersebut. Mereka mengabaikan update keamanan yang penting dan mengundang hacker masuk ke PC. Penyedia layanan Trustee telah menguji software pada 2,5 juta PC pengguna. Hasilnya, 80% pengguna berselancar dengan versi flash lama yang tidak aman. Untuk Adobe Reader, bahkan 84%. Cukup berkunjung ke sebuah website terinfeksi atau membuka sebuah dokumen yang dimanipulasi – malware akan bersarang dalam sistem Anda. n e x t . . .

Persembahan HP Untuk Sekolah Indonesia


hp

Perangkat PC dalam jumlah banyak masih sulit ditemui di gedung sekolah Indonesia, terutama di daerah terpencil. Harga PC yang terbilang masih cukup mahal adalah faktor utama mengapa masalah tersebut muncul. Pihak pengelola sekolah tidak sanggup membeli PC dalam jumlah yang banyak.

Hewlett-Packard Indonesia hari ini mengumumkan solusi PC untuk dunia pendidikan dengan harga yang lebih terjangkau. Kabar gembira tersebut diumumkan langsung di event HP 2010 : Elevate. Acara tersebut diadakan di Ballroom Grand Indonesia Kempinski, Jakarta. Pada ajang HP 2010 : Elevate, HP memperlihatkan semua produk dan solusi mereka untuk kelas komersil. Event tersebut dihadiri oleh wartawan se-Asia Pasifik dan rekan bisnis.

Para pengelola sekolah dapat memilih solusi HP MultiSeat Computing. Solusi tersebut terdiri dari sebuah PC host HP MultiSeat ms6000PC yang dapat dibagi bersama hingga 10 siswa. HP MultiSeat Computing terkoneksi melalui HP MultiSeat t100 Thin Client. Model penggunaan bersama ini dapat menghemat sumber daya. Hanya PC host yang menyala membuat konsumsi energi dan biaya terkait lain dapat dikurangi.

HP juga memperkenalkan beberapa notebook dan netbook yang dianggap cocok untuk para siswa jenjang awal hingga pra universitas.

HP Mini 5102 diklaim cocok karena ukurannya yang lebih kecil dibandingkan buku teks pada umumnya. Netbook ini menjalankan fungsi standar dari sebuah komputer, untuk keperluan mengetik dan ber-Internet.

HP EliteBook 2740p Notebook PC juga dianjurkan oleh HP. Dengan feature tablet PC yang diusungnya, siswa maupun guru kini dapat mengerjakan pekerjaan mereka lebih cepat dan intuitif dengan pilihan pena atau sentuhan jari.

Dengan semakin banyaknya pilihan solusi dari vendor TI, bukan mustahil lagi apabila pihak penyelenggara sekolah ingin mendapatkan komputer dengan harga murah. Hal tersebut juga dapat membantu setiap siswanya untuk terus melek teknologi.

sumber: http://chip.co.id/articles/news/2010/03/17/persembahan-hp-untuk-sekolah-indonesia/

Otak Terbaru Untuk Notebook


arrandale

Janji Intel untuk membuat prosesor yang benar-benar baru pada tahun 2010 telah ditepati dengan diluncurkannya Intel i3 dan i5 dengan code Arrandale yang diklaim lebih bertenaga dibandingkan sebelumnya.

Intel akhirnya menghadirkan prosesor yang benar-benar baru yang ditujukan untuk perangkat mobile. Prosesor ini dikatakan baru karena tidak lagi menggunakan fabrikasi prosesor Core 2 Duo, tetapi sudah menggunakan fabrikasi 32nm. Dalam sebuah prosesor, Anda akan mendapatkan sebuah core CPU  dan sebuah core GPU.  Arsitektur yang digunakan sama persis dengan Clarkdale. selengkapnya…

Singularity: Sistem Operasi Paling Aman dan Stabil


MICROSOFT membawa idealisme tersendiri  dalam proyek sistem operasi gres-nya, Singularity. Sistem operasi ini diusung sebagai sistem operasi anti-crash, aman dari virus, dan jauh lebih cepat daripada Windows, MacOS, atau Linux. Sistem operasi “masa depan” ini bahkan tersedia gratis untuk download. Walau demikian, ia hanya menarik bagi pengguna tertentu. CHIP jelaskan mengapa.

Enam tahun lalu Microsoft memutuskan untuk mengembangkan sebuah sistem operasi (OS) baru dalam proyek­ yang mereka namakan Si­ngularity. Salah satu tim pengembangnya (dari Microsoft Research) punya obsesi khusus agar OS baru tersebut harus 100% aman. Ketika Singularity diperkenalkan di TechFest (2008), Microsoft menyampaikan satu pesan bahwa Singularity bukanlah Windows versi berikutnya, tetapi sebagai sebuah pencerahan dalam inovasi teknologi. Microsoft tampaknya ingin meredam antusiasme pengguna komputer akan hadirnya sebuah sis­tem baru. Pasalnya, arsitektur Singularity sangat berbeda dengan Windows, termasuk Windows 7. Ingin mencoba lang­sung Singularity? Download saja secara gra­tis di http://www.codeplex.com/singularity.

Para pengguna yang meng-install Windows 7 biasanya akan bertanya, bagaimana sebaiknya melindungi sistem? Jawabannya tentu sudah sama-sama kita ketahui yaitu Windows terbaru ini masih tetap mem­bu­tuh­kan software antivirus sebagai proteksi tambahan. Ironisnya, OS desktop masa kini, seperti Windows, Mac­OS, dan Linux masih memiliki arsitektur kuno. Konsepnya berasal dari era saat Internet maupun virus belum ada dan komputer masih berukuran seperti rack server masa kini.

Sebagian besar sistem operasi, ter­­utama bagian kernelnya, ditulis dalam bahasa pemrograman C. Kini, pengembang software tidak lagi menggunakan bahasa pemrograman C atau penggantinya C++ karena berbagai perintahnya berdampak langsung pada register prosesor dan memori. Awalnya,  kedua bahasa tersebut lebih disukai karena performa programnya yang lebih baik. Namun, kesalahan (kode) program pun su­lit dihindari sistem karena ketidak­­mam­puannya mengontrol apa saja yang dilakukan kode-kode program.

Contoh populernya adalah kasus buffer overflow, yaitu sebuah program menulis program lain dalam bagian memori. Metode seperti ini banyak dilakukan malware, misalnya untuk mendapatkan hak administrator sebuah sistem. Masalah ini semakin “diperparah” oleh sistem operasi yang memang rentan “disusupi”.

Code: bahasa program yang aman

Singularity menawarkan solusinya de­ngan hanya mengizinkan kode program dari bahasa yang aman dengan sebuah lingkung­an eksekusi (environment) khusus yang disebut runtime. Environment ini mirip sebuah PC virtual, tetapi pada level aplikasi. Bahasa pemrograman dengan runtime yang umum dikenal adalah Java dan C#. Kode Singularity pun sebagian besar berasal dari C#. Variannya yang dirancang khusus ini disebut Sing#.

Berbeda dengan C dan C++, compiler-nya tidak menerjemahkan secara lang­sung ke bahasa komputer (mesin). Pertama, runtime mengubahnya menjadi Byte code. Keuntungannya, sistem dapat memeriksa kebenaran code pada langkah antara tersebut dan menghindari akses pada bagian memori lain. Teoritisnya, performa akan menurun. Faktanya, lihat pada boks “Benchmark Sistem”.

Proteksi: mengisolasi semua proses

Berbeda dengan sistem biasa, Singularity dapat mengisolasi semua proses yang berlangsung pada tingkat software dan melindunginya. Untuk setiap aplikasi yang dijalankan, ia membuat sebuah Software Isolated Process (SIP) beserta program library dan menyediakan resource yang dibutuhkan. SIP mengelola sendiri memorinya. Kapasitas memori yang tidak terpakai bisa “dibebaskan” kembali untuk programnya.

Singularity Sistem dikendalikan melalui sebuah shell. Perintah  "task­list’ akan menampilkan semua proses yang sedang aktif.Singularity Sistem dikendalikan melalui sebuah shell. Perintah “task­list’ akan menampilkan semua proses yang sedang aktif.

Runtime setiap SIP juga bekerja tanpa tergantung sistem dan dapat disesuaikan dengan aplikasi yang dijalankan. Berbeda halnya dengan runtime Windows atau Linux yang digunakan untuk semua program. Apabila beberapa aplet Java dijalankan, hanya Java Runtime Environment (JRE) yang bertanggung jawab. Apabila sebuah aplet dan JRE-nya crash, semuanya akan crash. Sebaliknya, bila sebuah SIP dalam Singularity tidak lagi berfungsi, ia tidak mempengaruhi keseluruhan sistem. Selain itu, Singularity pun menyimpan add-on aplikasi dalam suatu SIP khusus. Misalnya, komponen ActiveX IE merupakan gerbang masuk favorit malware dan bisa melum­puhkan seluruh sistem. Pada Sing­ula­rity, hanya SIP add-on yang crash dan browser tetap tidak terpe­ngaruh (terganggu).

Konstruksi singularity     Sistem memiliki sebuah micro-kernel  yang mengelola resources untuk proses.Konstruksi singularity Sistem memiliki sebuah micro-kernel yang mengelola resources untuk proses.

Channel: komunikasi efisien

Karena SIP bekerja mandiri, komunikasi de­ngan kernel terbatas pada beberapa pe­rintah melalui Application Binary Interface (ABI). Sebagai perbandingan, Si­ngu­larity ABI menyediakan 163 fungsi sedangkan Windows API (Application Programming Interface) mencapai sekitar 14.000 fungsi.

SIP yang terisolasi saling berkomunikasi melalui channel yang bermuara di Exchange Heap (sebuah area yang di­kon­­trol oleh kernel). Di sana juga terdapat file-file yang sedang di­pro­ses. Semua data dalam Exchange Heap hanya dikerjakan oleh satu proses. Da­lam Si­ngu­larity, shared memory (bagian RAM yang digunakan bersama) dila­rang, hanya akses baca berulang yang diizinkan.

Apabila browser men-­download sebuah file dari Internet, file tersebut “mendarat” di Exchange Heap. Untuk menyimpannya pada hard disk, browser membuka sebuah channel untuk driver sistem file. Sistem file berkomunikasi melalui channel tersebut dengan hard disk driver. Pada saat yang sama, SIP menyerahkan hak milik atas file.

Fasilitas channel tidak ada dalam sis­tem operasi lain. Windows mungkin akan memilikinya, tetapi tidak dalam waktu dekat karena semua software harus ditulis ulang. Software populer, seperti Photoshop atau Nero tidak begitu saja diterima oleh sistem karena sebagian besar ditulis dalam bahasa tidak aman, seperti C atau C++.

Stabilitas: goodbye bluescreen!

Kernel, sebagai bagian utama OS, memiliki komponen driver yang biasanya paling bermasalah (85% Windows crash disebabkan oleh masalah driver). Driver Linux bahkan 7 kali lebih berisiko bermasalah daripada kernel code lainnya. Sebagian besar masalah driver timbul karena sis­tem tidak memiliki kendali atas driver tersebut, resource mana yang dibutuhkan, dan konflik dengan kom­ponen sis­tem lainnya. Pada saat yang sama, banyak driver hanya berfungsi dengan hak sistem tertinggi. Apabila driver crash, seluruh sis­tem berisiko crash.

singularity-3

Risiko tadi tidak mungkin terjadi da­lam Singularity. Pertama, rutin instalasi sebuah driver harus menyertakan apa yang disebut sebagai manifest, yaitu sebuah dokumen XML yang menggam­barkan, hardware resource mana dibutuhkan driver. Dengan informasi ini, sebelum di-install, Singularity sudah menginformasikan, apa­kah driver bisa berfungsi dengan baik pada hardware dan apakah driver tersebut memiliki konflik dengan driver lain.

Kedua, driver tidak di-install di dalam ker­nel seperti sistem operasi umum­nya, tetapi  diperlakukan seperti aplikasi biasa dan dikemas dalam sebuah SIP. Apabila driver crash akibat kesalahan program, tidak ada efek apa pun pada kernel. Singularity me-restart driver dan menginformasikan peng­guna mengenai masalah. Ini adalah kelebihan desain microkernel yang “membersihkan” sebanyak mungkin resource sis­tem dan hanya men-start-nya saat diperlukan. Microkernel bukanlah konsep baru karena diusung oleh sistem operasi Minix sejak tahun 1987. Namun, realisasinya (sebelum Singularity) bermasalah karena performanya yang lambat.

Performa: melepas rem

Semua prosesor x86 memiliki empat level keamanan yang disebut Ring. Sistem operasi sendiri hanya memakai Ring0 dan Ring3. Proses dalam Ring0 memiliki akses pada semua perintah CPU dan area RAM, tetapi proses dalam Ring3 tidak memiliki akses langsung pada hardware mau pun pada Ring0. Pada Windows, Linux, dan MacOS, semua proses yang berisiko pada sistem berjalan dalam Ring0 (kernel mode). Sebaliknya, program, seperti Firefox berjalan pada Ring3 (user mode). Hardware memang mendapat prioritas yang lebih besar pada kernel monolithic (driver aktif pada kernel mode), tetapi hal inilah yang membuat sis­tem lebih “rentan”. Di sini, desain microkernel menawarkan solusinya dengan me­ninggalkan semua driver dalam Ring3. Dengan demikian, jika ada masalah, sistem tetap stabil. Hanya performa yang berkurang. Setiap permintaan sebuah aplikasi dalam Ring3 kepada sistem harus diajukan sekali lagi dalam Ring0, karena aplikasi tidak memiliki akses langsung. Hal inilah yang bisa menghambat performa sistem secara sig­nifikan. Permintaan lintas batas Ring 5 berakibat proses berjalan 10 kali lebih lambat daripada dalam Ring yang sama.

Oleh karena itu, kernel monolithic yang jarang berkomunikasi di luar Ring, akan lebih cepat daripada microkernel biasa. Adapun Singularity memproteksi dirinya de­ngan software (via SIP lain) dan tidak membutuhkan Ring. Dengan kata lain, Singularity menjalankannya dalam kernel mode sehingga berlangsung lebih cepat daripada sistem lainnya. Tim Microsoft Singularity mencoba meng­u­kur seberapa besar efeknya mengingat Singularity menawarkan proteksi hardware secara optional. Untuk itu, pengembang membagi komponen sistem Singularity pada berbagai Ring seperti Windows (meniru model kernel Windows). Hasilnya, Si­ngularity menjadi lebih lambat sekitar 30%.

Windows, Linux, dan lainnya kini bekerja 30% lebih cepat tanpa optimalisasi tambahan. Hanya proteksi hardware yang perlu dinonaktifkan dan mengabaikan stabilitas. Sebaliknya, Singularity tidak me­­merlukan proteksi, tetapi tetap bekerja “cerdas”. Kedua faktor inilah yang menggenjot performanya (lihat tabel benchmark) dan mengompensasi hambatan per­forma akibat penerapan bahasa pemrograman yang aman. Di sisi lain, Singularity bisa memakai proteksi hardware. De­ngan demikian, sistem memiliki sebuah fasilitas sandbox yang aman untuk memeriksa adanya sebuah malware code  sehingga Antivirus tidak lagi dibutuhkan.

Inovasi Microsoft ini patut direspon positif. Saat ini, Singularity masih belum memiliki GUI (hanya sebuah input prompt biru) dan lebih cocok bagi pengguna yang senang bereksperimen. Namun, sistem operasi “masa depan” ini bisa dijuluki sebagai sebagai prototipe Windows masa depan yang kelak bisa dinikmati oleh semua pengguna komputer.

sumber : http://chip.co.id/articles/featured/2010/03/16/singularity-sistem-operasi-paling-aman-dan-stabil/

Sejarah Parkour


Georges Hebérat

Sejarah parkour  berakar dari Hebertism yang dibuat oleh Georges Hebért. Hebért (1875-1957) pada waktu itu adalah seorang navy atau mariner yang pernah keliling dunia sebelum perang dunia I. Pernah dalam suatu perjalanannya ke Afrika, Hebért meneliti bagaimana orang-orang pribumi di Afrika bisa mengembangkan diri mereka untuk meningkatkan skill fisik mereka.

Hebért terkagum dengan cara mereka berlatih, Hebért berkata: “Tubuh mereka sangat baik, flexible, cepat, tangkas, dan enerjik”. Padahal orang-orang (-red pribumi afrika) tidak memiliki pengajar/guru gymnastic secara khusus dan mereka hidup secara alami (nature) tetapi skill dan gerakan mereka sangat atletis”.

Pada tahun 1902, Georges Hebért berlabuh di sebuah kota St.Pierre di Martinique. Saat itu, kota tengah dilanda bencana letusan volkanis katastropis. Hebert pun dengan hebat mengkordinasi jalan keluar untuk lebih dari 700 orang agar selamat dari bencana tersebut.

Pengalaman ini, memiliki sebuah efek terhadap dirinya dan memperkuat anggapannya dimana keterampilan atletis harus digabungkan dengan keberanian serta azas untuk menolong orang lain. Dia lalu secepatnya mengembangkan motto “Etre fort pour être utile” atau “to be strong, to be usefull” atau “untuk menjadi kuat, untuk menjadi bermanfaat”.

Diapun pulang ke Perancis dan berhenti menjadi seorang mariner dan berubah profesi sebagai dosen private pendidikan jasmani (Physical Education) di Universitas Rheims. Disinilah dia mulai mendefinisikan prinsip miliknya sendiri. Dan mulai mengajari cara berlatih secara “Alami” dan menggunakan alam sekitar.

Semua metode/system yg digunakan adalah apa yg telah dia pelajari saat dia di Afrika. Dia juga terinspirasi oleh representasi kuno dari tubuh manusia yang ada di patung Greco-Roman dan gerakan-gerakan roman-gymnasia (gymnasticnya bangsa yunani kuno). System Hebert ini jelas menolak sklerosa gerakan gymnasitics yang dipopulerkan bangsa swedia atau gymnastics popular saat ini yg memiliki gerakan-gerakan indah tp tidak efesien. Menurut Hebert, itu tidaklah harmonis dan tidak bisa menyiapkan mahasiswa yang diajarnya dengan “persyaratan moral” dalam hidup.

Pada saat yang sama pula Hebert menyatakan pada saat seseorang berkonsentrasi untuk sebuah kompetisi/kejuaraan olahraga, mereka yang mengikuti kompetisi atau pelaku olahraga kompetisi telah mengalihkan pendidikan jasmani baik dari segi physiology-nya dan kemampuan untuk membangun sebuah nilai moral.

Tujuan dari pendidikan jasmani (olahraga) haruslah membuat tubuh dan jiwa orang menjadi kuat. Metode/system natural mempromosikan kualitas dari resistansi organik, otot yg baik dan kecepatan dengan kemampuan untuk bisa berjalan, berlari, melompat, bergerak secara quadrupedally (bergerak menggunakan 4 kaki -pada hewan / (2 tangan&2 kaki) yg menggunakan kedua tangan dan kaki manusia), memanjat, berjalan menggunakan keseimbangan, melempar, mengangkat, dapat mempertahankan diri, dan berenang.

  • Dari segi kekuatan/dorongan atau enerjik (giat), haruslah dilakukan dengan kekuatan yang cukup, ketekunan/tekad, keberanian, kesejukan, dan keteguhan.
  • Dari segi moral dan pendidikan haruslah dapat mengangkat emosi, mengerahkan atau memelihara nilai moral dijalan yang bermanfaat atau berguna.

Georges Hebért:

” Metode Natural yang asli dalam artian luasnya adalah mempertimbangkan/memakai 3 kekuatan yaitu: fisik, energi/kejantanan dan moral.  Metode natural ada tidak hanya dalam nafas dan otot, tapi ada diatas semuanya, di energi yg menggunakannya, di kehendak yang mengarahkannya dan perasaan yang memandunya.”

David Belle

David Belle Lahir pada 29 April 1973 di Fecamp, Perancis. Dia adalah anak yang berbakat dalam bidang pendidikan jasmani. Seperti yg telah ditulis sebelumnya, david belajar banyak hal tentang hebertism dari ayahnya.

David pun mengadaptasikan apa yang diketahuinya dari hebertism untuk menciptakan sesuatu yang unik. Sesuatu yang memungkinkan dia untuk mengejar goal (target) dan memenuhi kebutuhannya. Sesuatu yang dapat menguatkan mental dan skill dirinya agar bisa digunakannya dalam kehidupannya sehari hari.

Dari sinilah david belle berangkat, dengan membagi ilmu dan berlatih bersama praktisi lainnya di Lisses dengan tujuan dan inspirasi untuk mengembangkan diri sendiri dengan praktek-praktek hebertism dan disiplin yang kemudian mereka namakan Parkour.